Gender Equality Law di Indonesia: Perlu Atau Tidak?

Posted on July 20, 2010

0


Gender Equality Law atau bisa disebut dengan Undang-Undang Kesetaraan Gender telah banyak disahkan di beberapa negara di belahan dunia dengan berbagai macam kebutuhan yang melandasinya. Misalnya di wilayah Asia Tenggara yang telah memiliki dan menerapkan Gender Equality Law adalah Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Filipina misalnya memiliki Magna Carta For Women memiliki dasar yang cukup detil dalam menerjemahkan CEDAW dalam koridor hukum dan undang-undang. Didalamnya menegaskan bahwa negara harus menjamin bahwa hak perempuan terpenuhi dan tidak ada diskriminasi di dalamnya. Magna Carta ini menyangkut semua bidang kehidupan mulai dari media, kewarganegaraan sampai perkawinan.

Sementara Thailand yang memiliki Promotion of Opportunity and Gender Equality Act yang ruang lingkupnya lebih umum mengenai bagaimana multistakeholder seperti sector pubik, private sector dan komunitas dapat mempromosikan kesempatan dan kesetaraan gender untuk melindungi dan mencegah diskriminasi gender. Tetapi tidak menjelaskan secara detil letak diskriminasi tersebut.

Lain lagi dengan Vietnam yang merumuskan Law and Gender Equality pada tahun 2006. Vietnam merumuskan secara detil tentang semua bidang kehidupan yang mewajibkan semua perempuan dan laki-laki mendapatkan kesetaraan dan tidak boleh ada diskriminasi bagi jenis kelamin satu dengan yang lain.

Cara negara-negara tersebut dalam menerjemahkan CEDAW sebagai ruh dalam sebuah undang-undang disesuaikan dengan kebutuhan advokasi dan ‘kebiasaan’ yang digunakan dalam bahasa-bahasa hukum yang strategis da mengikat. Misalnya Filipina lebih memilih kata ‘negara wajib untuk….’ Sementara Vietnam lebih menegaskan bahwa ‘perempuan dan laki-laki memiliki….’.

Jika menilik dengan berbagai macam kejadian yang memicu kejadian diskriminatif terhadap perempuan dan bagian dari negara ASEAN, apakah waktunya Indonesia untuk menegaskan komitmen anti diskriminasi gender?

Posted in: Informasi