CEDAW dan Pencapaian Millenium Development Goals

Posted on July 19, 2010

0


Masih ingat tentang komitmen MDG’s? atau biasa disebut dengan Millenium Development Goals yang merupakan komitmen pemerintah Indonesia untuk  mencapai tujuan pembangunan millennium yang salah satunya adalah pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender. Dalam tujuan tersebut disebutkan beberapa indicator termasuk di dalamnya adalah tentang akses pendidikan dan kualitas layanan kesehatan terhadap kelompok perempuan (misalnya ibu hamil).

Sisi lain kita memiliki CEDAW yang seringkali disebut sebagai payung hukum untuk menghindari dan menghapus diskriminasi perempuan terutama melalui peraturan yang dibuat. Sayangnya, dalam menjalani komitmen CEDAW, pemerintah seringkali tidak konsisten. Ketidakkonsistenan ini digambarkan dengan produk hukum yang satu sisi berpihak pada perempuan, sisi lainnya justru mendiskriminasikan.

Akibat dari ketidakkonsistenan terhadap pelaksanaan komitmen CEDAW adakah efeknya terhadap lambannya pencapaian MDGs dalam hal ini tujuan pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender? Tentu saja ada.

Mari kita lihat contohnya, dengan adanya produk hukum berupa perda tentang jam malam di Tangerang misalnya yang mengakibatkan buruh perempuan tidak dapat bekerja maksimal dan merasakan kenyamanan memiliki efek pada tujuan MDGs pemberdayaan perempuan dalam konteks ini adalah berdaya secara ekonomi yang merupakan salah satu jalan untuk mengurangi kerentanan kekerasan dalam rumah tangga serta isu layanan public dimana perempuan dan laki-laki harusnya dapat bekerja secara aman dan nyaman di sepanjang waktu dan tidak ada batas waktu.

Dengan gambaran seperti itu jelas pelaksanaan komitmen CEDAW secara konsisten dan keberlanjutan akan mendorong dan mendukung para stakeholder pembangunan untuk dapat mencapai tujuan MDGs.

Posted in: Uncategorized